Bali yang sebagian besar masyarakatnya menjadi pemeluk agama hindu ini memiliki adat-istiadat yang sangat kental.

Budaya tradisional di Bali sangat terjaga dengan baik dan lestari hingga sekarang. Salah satu upacara tradisional masyarakat Hindu yang juga berlaku di Bali adalah upacara ngaben.

Upacara ini merupakan upacara pembakaran mayat yang disertai dengan berbagai ritual keagamaan.

Untuk menggelar upacara ini, kebanyakan orang dapat menghabiskan dana hingga  ratusan juta rupiah.

Seperti apa sebenarnya upacara ini?

mengapa biaya yang dikeluarkan begitu besar?

Mari kita lihat ulasan sederhana berikut ini.

1. Makna Upacara Ngaben Di Bale

upacara ngaben bali

Upacara adat Ngaben menjadi salah satu upacara adat yang besar di Bali. Serangkaian upacara Pitra Yadnya ini adalah upacara yang digelar untuk orang yang sudah meninggal.

Makna dari upacara in adalah untuk mensucikan atma (roh) orang yang sudah meninggal. Sebagai wujud penyujian jiwa ini, penyucian roh ini dilakukan dengan serangkaian prosesi pembakaran mayat.

Ngaben sendiri merupakan ritual yang menjadi akulturasi antara Agama Hindu dan adat istiadat masyarakat Bali.

Di beberapa daerah di Bali, upacara adat di Bali ini tidak selalu memiliki urutan yang sama meski esensinya tetap sama.

Hal seperti ini lazim adanya karena memang disesuaikan dengan kepercayaan penduduk setempat.

Kepercayaan seperti ini dikenal dengan Desa Kala Patra atau jika diterjemahkan menjadi Tempat,, Waktu, dan Keadaan.

2. Pelaksanaan Ritual Ngaben Bali

Ritual ngaben di Bali secara umum biasanya dilakukan oleh sanak saudara orang yang telah meninggal. Ritual ini juga dapat dijadikan sebagai wujud bakti anak kepada orang tuanya.

Upacara ini biasanya dilakukan dengan suka cita tanpa ada tangisan dari sanak saudara. Hal ini dikarenakan ada keyakinan di Bali bahwa kita sebaiknya tidak menangisi orang yang sudah meninggal.

Karena itu berarti akan menghambat perjalanannya menuju tempat selanjutnya. Selain itu, sebuah kepercayaan di Bali juga menyebutkan bahwa seseorang yang sudah meninggal sebenarnya tidak benar-benar pergi karena mereka akan bereinkarnasi sebagai sanak saudara mereka kembali.

 

3. Manfaat Ritual Ngaben

Upacara ngaben Bali ini sering juga disebut dengan upacara Pelebon yang ditujukan untuk orang yang meninggal dunia.

Upacara ini dianggap sangat ramai, semarak, dan juga sangat penting.

Hal ini dikarenakan upacara ini adalah sebagai jalan untuk melepaskan arwah mereka yang telah meninggal dari ikatan duniawi.

Dengan upacara ini, arwah dapat menuju ke Surga atau kembali ke dunia dengan reinkarnasi.

Perjalanan mereka selanjutnya sangat bergantung pada karmaphala ketika Ia masih hidup. Ngaben tidak selalu dilakukan dengan segera.

Bagi mereka yang berada dalam kasta tinggi, upacara ini wajar-wajar saja jika dilakukan dalam waktu 3 hari setelah meninggal. Namun untuk mereka yang berada dalam kasta rendah, perlu waktu lebih untuk menyiapkan upacara ini.

oleh karena itu upacara dilakukan beberapa waktu kemudian. Jenasah terlebih dahulu dapat dikebumikan, lalu beberapa waktu kemudian dilakukan upacara pembakaran jenazah secara ramai-ramai dalam satu kampung.

Sebelum terlaksananya acara puncak ngaben Ceremony, keluarga dan sanak saudara akan memberikan penghormatan terakhir kepada yang meninggal dengan memberikan doa-doa semoga sang arwah dapat diterima di tempat yang baik.

Setelah itu, jenazah ditempatkan di “Bade” atau tempat jenazah kemudian diusung ke kuburan dan beramai-ramai ke upacara tempat upacara ini digelar.

Sepanjang perjalanan, akan diiringi dengan kidung suci serta gamelan yang diikuti oleh seluruh keluarga dan masyarakat sekitar.

Simak juga tata cara pemakaman unik lainnya yang ada di indonesia, salah satunya adalah yang ada di San Diego Hills Memorial Park, artikel bisa di baca disini klik Pemakaman San Diego Hills

Demikianlah sekilas mengenai bentuk upacara adat di Bali, yaitu Ngaben.