Lafadz istirja’ merupakan salah satu kalimat thayyibah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya. Tafsir Innalillahiwainnailaihiroji’un ini memiliki makna yang sangat dalam menurut para ulama, terlebih saat terkena musibah.

Kalimat Istirja’ ini bahkan terdapat di dalam Al-Qur’an, tepatnya surat Al-Baqarah ayat 156. Lafadz ini memang diucapkan ketika seseroang sedang mendapatkan musibah sekecil apapun itu. Seringkali hal tersebut dituturkan ketika terdapat kabar duka atau meninggalnya seseorang.

Tafsir Bacaan Istirja’

Berikut beberapa tafsir dari Bacaan Istirja’:

1. Tafsir Al-Qurthubi

Penggunaan lafadz istirja’ menurut tafsir Al-Qurthubi ini terdapat kisah dari Ikrimah, bahwasanya Rasulullah pernah mendapati penerangan cahaya di rumahnya tiba-tiba mati dan beliau mengucapkan innalillahiwainnailaihirojiun.

Makna dari lafadz tersebut dalah “Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kita kembali”. Sehingga, dalam sebuah hadits juga dijelaskan tentang keheranan seorang sahabat tentang apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Secara eksplisit atau tekstual bahwa bacaan istirja’ ini memberitahukan jika segala sesuatunya adalah milik Allah dan akan kembali kepada kepada-Nya. Sebab Dialah sang Pencipta seluruh apa yang ada di alam semesta.

2. Tafsir Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 34

Seperti yang terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 34, bahwa segala sesuatunya memiliki batas waktu dan manusia tidak memiliki kehendak untuk merubahnya. Memang dalam segala kejadian semuanya telah diatur oleh Allah SWT.

Maka dari itu, Rasulullah SAW mencontohkan umatnya untuk senantiasa mengucapkan lafadz tersebut ketika sedang kesusahan. Sehingga, hal ini bukan hanya sebagai ucapan semata, tetapi lebih kepada pemahaman akan maknanya yang dalam.

3. Tafsir dalam Kehidupan Sehari-hari

Ketika seseorang mengucapkan sebuah kalimat istirja’ ini saat sedang mendapatkan musibah apapun, hal ini mengindikasikan bahwa sebenarnya mereka memahami makna mendalam yang terdapat di dalamnya.

Sehingga, berdasarkan tafsir innalillahi, secara tidak sadar akan membuat teringat dengan Allah dan senantiasa mengucapkan lafadz-lafadz-Nya. Kemudian, jika kembali kepadanya menuju alam lebih kekal kapan saja akan selalu siap.

Itulah tafsir innalillahiwainnailaihirojiun yang perlu Anda ketahui, sehingga dapat mengamalkannya serta mengubah mindset bahwa lafadz ini hanya untuk orang meninggal saja. Bahkan Rasulullah mengatakan ketika sedang mengalami kesusahan, maka juga perlu mengucapkannya.