Pertumbuhan startup kian hari kian pesat perkembangannya. Para korporat perusahaan berlomba-lomba mendirikan startup di berbagai sektor, seperti dalam bidang ekonomi, distribusi, pangan, transportasi, bahkan hingga pertanian. Istilah Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn sudah tidak asing lagi di dunia startup. Jadi apakah maksud dari ketiga istilah tersebut ? Berikut penjelasannya.

 

Unicorn

Apa yang terpikirkan ketika kamu mendengar nama unicorn ? Unicorn disini bukanlah seekor kuda putih yang memiliki tanduk yang ada dalam kisah dongeng. Namun unicorn disini adalah istilah dalam dunia startup, meskipun sebenarnya istilah ini memang diambil dari nama hewan legenda metodologi tersebut. Unicorn dalam istilah startup memiliki arti gelar yang diberikan pada suatu startup yang memiliki nilai valuasi 1 milyar dolar AS. Nilai valuasi yang dimaksud adalah nilai dari suatu startup, dimana nilai ini bukan hanya sekedar pendanaan yang diraih dari para investor.

apps

Unicorn yang memiliki tanduk tunggal di kepala, merepresentasikan keberadaan si hewan legenda tersebut dalam pemberian gelar pada suatu startup, yang berarti mustahil, langka, atau sulit dicapai. Dalam sebuah artikel “Welcome to The Unicorn Club” yang terbit di Techcrunch tahun 2013, istilah unicorn pertama kali diperkenalkan oleh Aileen Lee, seorang  investor pendiri Cowboy Ventures. Ada 3 perusahaan startup unicorn di Indonesia yaitu

  • Tokopedia dengan valuasi sebesar 7 miliar dolar
  • Traveloka dengan valuasi sebesar 4,1 miliar dolar
  • Bukalapak dengan valuasi sebesar 1 miliar dolar

Decacorn

Istilah Decacorn juga diambil dari bahasa Yunani, deca yang berarti angka 10 dan corn berasal dari akhiran Unicorn. Decacorn merupakan status tingkat lanjut yang diberikan kepada startup dengan nilai valuasi 10 kali lipat dari Unicorn yaitu 10 miliar dolar. Contoh perusahaan rintisan penyandang gelar Decacorn yang ada Amerika Serikat dan Cina :

  • Toutiao (Bytedance) dengan valuasi sebesar 75 miliar dolar
  • Uber dengan valuasi sebesar 72 miliar dolar
  • Didi Chuxing dengan valuasi sebesar 56 miliar dolar
  • WeWork dengan valuasi sebesar 47 miliar dolar
  • Airbnb dengan valuasi sebesar  29,3 miliar dolar
  • Grab dengan valuasi sebesar 11 miliar dolar
  • Gojek dengan valuasi sebesar 10 miliar dolar.

Gojek adalah perusahaan pertama yang berhasil menyandang status Decacorn pada tahun 2019, berdasarkan data dari CB Insight Real Time Unicorn Tracker. Sedangkan Tokopedia selaku perusahaan marketplace diharapkan juga akan segera menyusul meraih gelar Decacord di tahun 2020 ini.

Baca juga : cara daftar gojek

Hectocorn

Hectocorn adalah status tertinggi diatas Unicorn dan Decacorn, yang diberikan kepada perusahaan rintisan yang memiliki nilai valuasi mencapai 100 miliar dolar. Namun tidak semua perusahaan yang memiliki nilai valuasi 100 miliar dolar atau lebih akan mendapatkan gelar Decacorn, karena status ini hanya disematkan kepada perusahaan yang masih dalam tahap rintisan dan pengembangan atau startup.

Dari seluruh dunia, satu-satunya perusahaan yang memiliki gelar Hectocorn adalah perusahaan Ant Financial yang dulu lebih dikenal dengan Alipay. Perusahaan ini adalah perusahaan teknologi financial yang berafiliasi dengan Alibaba Group. Bahkan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate memotivasi bisnis-bisnis startup agar segera mencapai level Unicorn, Decacorn, hingga Hectocorn agar dapat mempercepat peningkatan dalam strata ekonomi digital di dunia.

Memulai bisnis di dunia startup memang memiliki resiko yang cukup besar. Namun kamu dapat mengembangkan kreativitasmu tanpa batas untuk dirimu sendiri dan membantu orang-orang disekelilingmu. Hingga satu hal yang dapat kamu pahami bagaimana teknologi digital bekerja untuk mempermudah jalan kesuksesanmu.

 

Temukan artikel menarik lainnya hanya di pediansa.