Tidak ada seorangpun yang mau menerima kritik, apalagi jika kritik yang disampaikan begitu pedas dan tidak bersifat membangun. Pasti tidak suka bukan mendengar kalimat kritik yang seperti itu? Tapi sebenarnya, apa sih pengertian kritik itu?

Pengertian kritik memang perlu diketahui agar ketika Anda hendak mengkritik, bisa menyampaikan kritik tanpa menyinggung perasaan orang. Sebab siapapun orang tidak semua kebal terhadap kritik. Berikut pengertian kritik beserta contohnya.

Pengertian Kritik

Kritik adalah pendapat yang menanggapi disertai berbagai alasan atau pertimbangan baik-buruk terhadap suatu hal. Sementara kalimat kritikan adalah sebuah kalimat yang isinya pendapat baik melalui lisan maupun tulisan yang disertai dengan alasan baik buruknya suatu hal. Sebaiknya jika seseorang hendak mengkritik maka haruslah bersikap objektif.

Pengertian Kritik

Berikut adalah contoh kalimat kritik :

  1. Seharusnya dosen tidak begitu banyak memberikan tugas yang memberatkan kepada mahasiswanya agar mahasiswa menjadi lebih fokus dalam praktek mata kuliah yang lain.
  2. Pekerjaan Anna sangat tidak rapi sehingga hasilnya tidak memuaskan, seharusnya Anna bekerja dengan tidak tergesa-gesa dan memperhatikan kerapihan agar hasilnya lebih memuaskan.
  3. Puisi karangan Setya Fahriza tidak memiliki rima sehingga terdengar seperti kalimat yang biasa, seharusnya Setya lebih memperhatikan diksi atau pemilihan kata dalam puisinya.
  4. Baju yang Hana kenakan itu tidak cocok dengan warna kulitnya, sebaiknya ia memakai baju yang berwarna cerah sehingga terlihat sepadan di kulitnya.
  5. Perkataan Dini itu terlalu menyakitkan hati orang lain, ada baiknya sebelum berkata sesuatu kepada orang lain ia memikirkan terlebih dahulu akibatnya.
  6. Warna tembok rumah Bu Bagyo terlihat seram, sebaiknya ia mengganti warna tembok rumahnya dengan warna yang lebih cerah, misalnya hijau atau kuning.
  7. Tugas yang Anda berikan kepada mahasiswa Anda terlalu banyak, seharusnya seorang dosen jangan menyusahkan mahasiswanya dengan tugas yang sangat banyak itu.
  8. Penampilan Bagas di atas lapangan tadi tidak menunjukan kelas sebagai bintang lapangan, Bagas harusnya bersemangat dalam bertanding agar tidak mengalami kekalahan.
  9. Penampilan Fahri di pertandingan bulu tangkis semalam sangat tidak maksimal, sebaiknya ia memperbanyak jam latihannya agar menjadi lebih hebat ketika bertanding.
  10. Pak Hasan seperti tidak menunjukan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah yang baik. Harusnya seorang ayah bertanggung jawab sepenuhnya pada keberlangsungan hidup anak dan istrinya.
  11. Kebiasaan begadang yang ayah lakukan itu tidak baik untuk kesehatan, sebaiknya ayah menyelesaikan pekerjaan di siang hari agar tidak sampai larut malam.
  12. Perbuatan Uung terhadap Silmi tadi sangat memalukan, seharusnya Uung meminta maaf kepada Ani mengenai kelakuannya itu.
  13. Gaya berpakaian Putri tidak cocok dengan budaya Indonesia, harusnya ia lebih memperhatikan lagi gaya berpakaian yang sesuai dengan nilai – nilai budaya bangsa ini.

Contoh Teks Kritik

Manusia dan Sosial Media

Lihatlah aktifitas orang sekarang, entah di jalan, pasar, kampus, bahkan tempat ibadah tak lepas dari yang namanya gadget. Ya, kita memang sedang bergantung pada benda pintar yang mampu membuat desa besar di dunia ini.

Contoh, Indonesia dengan Amerika yang sejatinya berjarak ribuan kilo meter menjadi terasa sangat dekat.  Bahkan benda yang satu ini seolah di jadikan sebagai Tuhan yang mampu membuat hidup semua orang.

Banyak orang yang ketika sehari saja tidak membawa gadget merasa gelisah, tak tenang atau yang populer dengan sebutan nomophobia.  Merasa bahwa dunia sempit, merasa kehilangan sesuatu yang begitu berharga, bahkan merasa jauh dari sosial yang sebenarnya itu sosial palsu.

Sosialitas nyata, kini telah tergantikan dengan sosialitas maya. Dalam berbagai kesempatan semisal reuni, sering kita jumpai bahwa saat-saat yang seharusnya dibuat untuk melekatkan kembali silaturahmi yang sempat terhenti nyatanya justru sibuk dengan gadgetnya sendiri-sendiri.

Waktu makan pun, bukannya berdo’a sebelum makan, melainkan di foto dahulu makanannya, kemudian di share di media sosial, yang tak jelas apa maksud dan tujuannya. Apakah sekedar pamer atau sekedar iseng, yang jelas budaya itu yang sudah mempengaruhi mindset dan perilaku generasi muda sekarang ini.

Adapun budaya silaturahmi yang menjadi jati diri dan memiliki peranan penting dalam mengikat tali emosional antar individu lambat laun terkikis. Silaturahmi lagi-lagi selesai di media sosial, entah itu status, broadcast atau yang lainnya.

Akibatnya sikap individualistiklah yang muncul di kalangan anak muda. Tak hanya anak muda, anak kecil yang dahulu dengan permainan tradisionalnya yang penuh filosofis juga lenyap di gantikan dengan permainan canggih yang mengarah ke sikap individualistik tadi.

Pergaulan bebas menjadi tak terkendali lagi, imperialisme menjangkit seluruh aspek di bangsa ini. Ini tentu menjadi kemerosotan budaya yang ada di Indonesia khususnya generasi muda.

Nasionalisme hanya ditunjukkan dengan foto hormat pada bendera di puncak gunung, namun juga di sana merusak gunung. Membuang sampah, meninggalkan api, vandalisme adalah hal yang sering terjadi. Artinya, sikap ini tak sejalan dengan makna nasionalisme yang tak hanya membela negara, tetapi juga menjaga alam milik bangsa ini. Tak dapat dipungkiri kita sebagai bangsa besar sampai saat ini menjadi incaran penjajah karena alamnya.

Emas kita punya, rempah-rempah melimpah, migas nampak jelas, air mengalir deras, paru-paru dunia ada semua di Indonesia. Kekayaan yang tak terbantahkan lagi yang dipertahankan mati-matian oleh para pahlawan.

Para pahlawan berjuang mengorbankan nyawanya untuk mempertahankan nusantara. Namun lagi-lagi, sekarang ini kesadaran nasionalisme mulai luntur yang mungkin memang disebabkan faktor gadget.

Di sisi lain, kemudahan menjangkau segala aspek kehidupan dengan berbagai alat canggih sekarang, perlu disikapi dengan bijak. Propaganda 3F (food, fun, and fashion) sudah menjadi makanan sehari-hari orang modern sekarang.

Food, di berbagai media menampilkan makanan-makanan yang enak, mewah dan mahal. Ini menggerus makanan tradisional bangsa yang akhirnya bergeserlah budaya makan seadanya ke makan mewah, yang mempengaruhi pula watak kesederhanaan bangsa besar ini.

Fun, permasalahan yang selalu datang mengahampirilah yang menjadi dasar jika kesenangan adalah cara ampuh melepaskan penat dalam kehidupan. Entah bersenang-senang dengan jalan-jalan, baik itu ke kota, desa atau lainnya.

Ya, pada akhirnya banyak orang yang kecanduan bersenang-senang hingga lupa akan tugas pokoknya atau praktisnya menjadi orang pemalas.

Fashion, mungkin batik dan kain tradisional lainnya tidak akan sepopuler masa kini jika pada waktu itu tidak ada ulah negeri tetangga yang menyulut kesadaran bangsa.

Bagaimana tidak, gaya busana kini sudah modern, praktis dengan berbagai model yang tiap waktu berinovasi dan melupakan pakaian asli bangsa. Khususnya gaya busana wanita banyak yang tidak senonoh namun dianggap wajar yang tak jarang memicu tindakan tak senonoh pula dengan lawan jenisnya.

Seperti itulah pengertian kritik beserta contoh kalimat kritik dan juga teksnya. yang diambil dari referensi Academic Indonesia. Semoga bermanfaat.