Kebanyakan orang percaya bahwa batuk adalah tanda dari penyakit menular. Apalagi dengan adanya pandemi corona yang semakin menguatkan anggapan ini. Ini membuat beberapa orang menilai bahwa kanker paru-paru yang juga ditandai dengan gejala batuk juga akan menular. Bagaimana kebenarannya?

Kenapa Seseorang Batuk?

apakah kanker paru paru menular

Merujuk dari sumber deherba.com, dijelaskan bahwa batuk sejatinya adalah respon alami tubuh ketika tubuh manusia menemukan adanya benda atau unsur asing yang masuk di dalam saluran pernafasan. Ini sebenarnya merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh.

Itu sebabnya, seseorang akan batuk ketika tersedak, karena saat tersedak juga sebenarnya terdapat benda asing seperti makanan atau air yang masuk ke dalam saluran pernafasan. Untuk mendorong benda asing ini keluar tubuh secara reflek akan batuk.

Batuk juga akan terjadi pada mereka yang memiliki masalah alergi. Karena alergi akan menyebabkan penebalan dinding tenggorokan atau terbentuknya cairan lendir berlebihan yang dapat mengganggu kinerja sistem pernafasan. Gangguan ini mendorong reflek batuk terjadi.

Dan batuk juga akan terjadi bila seseorang mengalami infeksi pada sistem pernafasannya. Infeksi ini menyebabkan reaksi peradangan pada saluran pernafasan yang akan menyebabkan gangguan saat bernafas. Situasi yang juga akan mendorong untuk terjadinya refleks batuk.

Bagaimana dengan Batuk pada Penderita Kanker Paru-paru?

Kanker paru-paru adalah kondisi ketika sel-sel paru mengalami kerusakan dan gangguan pertumbuhan. Kanker ini menyebabkan sel-sel paru mengalami kerusakan dan bekerja tidak pada seharusnya. Juga menyebabkan terjadinya pertumbuhan masif pada sel paru. Terjadi massa yang akan menghambat keluar dan masuknya udara dalam proses pernafasan.

Kanker paru-paru akan menyebabkan tubuh merasakan efek gangguan pernafasan, kadang juga disertai sejumlah peradangan, gangguan fungsi dan produksi lendir yang berlebihan. Ini yang kemudian menyebabkan penderita kanker paru-paru menjadi batuk-batuk.

Apakah Kanker Paru-paru Menular?

Masih mengulas dari deherba.com, dijelaskan bahwa sebenarnya gejala batuk yang tampak pada penderita kanker paru-paru tidak dapat serta merta menjadikan penyakit kanker paru-paru dianggap menular.

Gejala batuk muncul karena sistem pernafasan terganggu dan tidak dapat disimpulkan sebagai akibat dari infeksi bakteri, virus atau fungi. Sementara penyakit dikatakan menular bila penyakit tersebut terjadi akibat infeksi bakteri, virus atau fungi.

Penyakit kanker paru-paru secara umum tidak menular, karena penyakit ini sebenarnya disebabkan oleh efek mutasi DNA pada sel paru. Efek mutasi DNA pada penyakit kanker paru-paru biasanya disebabkan oleh efek toksisitas.

Beberapa orang berada pada resiko tinggi karena kebiasaan sehari-harinya meningkatkan resiko mereka menghirup toksin saat bernafas. Seperti sebut saja mereka yang merokok, bekerja sehari-hari di lingkungan dengan tingkat polusi tinggi, terpapar unsur radioaktif dan substansi mikro logam seperti seng, arsenik, chromium, cadmium, nikel dan masih banyak lagi.

Tetapi, dalam jumlah terbatas sekitar 5% – 10%, kanker paru-paru bisa dikaitkan dengan infeksi. Dan pada kondisi demikian kanker paru-paru bisa jadi menular. Bagaimana kanker paru-paru bisa berkaitan dengan kanker?

Pada kondisi yang relatif berat, mereka dengan kondisi infeksi pada paru-paru bisa jadi mengalami kerusakan serius yang memicu kanker. Biasanya ini berkaitan dengan kasus infeksi pneumonia dan infeksi pernafasan akibat HPV.

Sedang pada situasi berbeda, mereka dengan kasus kanker paru-paru memiliki kerentanan lebih tinggi untuk mengalami infeksi pernafasan. Lemahnya pertahanan pada sel paru memudahkannya terserang peradangan dan infeksi.

Dari gambaran yang diungkap pada laman deherba.com ini dapat ditarik kesimpulan. Pada umumnya kanker paru-paru tidak menular. Tetapi bisa jadi sejumlah pasien kanker paru-paru dapat menularkan penyakit. Tentu saja bukan kanker nya yang menular, melainkan infeksi yang mengiringi kanker yang akan menular.