Suku bunga deposito di bank-bank besar Indonesia sering kali menjadi cerminan dari kestabilan ekonomi dan kebijakan moneter yang dijalankan oleh negara.

Dengan variasi suku bunga yang kompetitif, deposito bank menawarkan cara yang aman dan efisien bagi para investor untuk mengamankan dana mereka sambil mengharapkan pengembalian yang menarik.

Bank-bank terkemuka di Indonesia, seperti BCA, Mandiri, BNI, dan lainnya, biasanya menawarkan berbagai pilihan produk deposito dengan suku bunga yang berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan dan ekspektasi para nasabahnya.

Fasilitas ini tidak hanya menarik bagi pemodal lokal tetapi juga bagi investor asing yang mencari keamanan dalam diversifikasi portofolio mereka. Ini membuka pintu bagi peluang investasi yang bijaksana dalam lingkungan ekonomi yang dinamis.

Suku Bunga Deposito Perbankan di Indonesia

Berikut ini adalah daftar terkini suku bunga deposito yang ditawarkan oleh berbagai bank di Indonesia, mencakup informasi terbaru untuk membantu Anda membandingkan dan memilih opsi terbaik.

1. Suku Bunga Deposito BRI:

Bank Rakyat Indonesia (BRI) menawarkan berbagai pilihan suku bunga deposito menarik. Untuk jangka waktu penyimpanan satu bulan, suku bunga yang ditawarkan adalah 3,25%, dan untuk tiga bulan adalah 3,50%.

Untuk periode lebih panjang seperti 6, 12, 24, dan 36 bulan, Suku Bunga Deposito BRI adalah 3%. BRI juga menyediakan deposito valas dengan suku bunga 1% hingga 2,25%.

Pembukaan deposito dapat dilakukan secara online melalui aplikasi BRImo, memungkinkan Anda untuk membuka deposito dari mana saja dan kapan saja, dan memberikan reward tambahan 1% bagi yang membuka deposito melalui aplikasi tersebut.

2. Suku Bunga Deposito Bank Mandiri:

Bank Mandiri memberikan suku bunga deposito sebesar 2,25% untuk periode penyimpanan satu dan tiga bulan.

Untuk jangka waktu lebih lama seperti 6, 12, dan 36 bulan, suku bunga yang ditawarkan adalah 2,50%. Untuk deposito dalam valuta asing, suku bunga yang berlaku adalah antara 0,75% hingga 1,75%.

3. Suku Bunga Deposito BCA:

Bank Central Asia (BCA) menawarkan suku bunga deposito yang beragam tergantung jangka waktu. Untuk jangka waktu 1 bulan, suku bunga berkisar antara 2,65% hingga 2,90%. Suku bunga naik menjadi 2,90% hingga 3,15% untuk periode 3 bulan.

Untuk periode 6 bulan, suku bunga yang diberikan adalah 2,25%, sedangkan untuk 12 bulan adalah 2,00%. BCA juga menyediakan suku bunga untuk deposito dalam mata uang asing, yang berkisar antara 1,50% hingga 2,25%.

4. Suku Bunga Deposito BNI:

Bank Negara Indonesia (BNI), menyerupai tawaran Bank Mandiri, menyediakan suku bunga deposito sebesar 2,25% untuk periode 1 bulan. Suku bunga untuk periode 3 bulan adalah 2,50%, yang 0,50% lebih tinggi dari yang ditawarkan Mandiri.

Untuk 6 bulan, suku bunga adalah 2,75%, dan untuk 12 serta 24 bulan, suku bunga naik menjadi 3%. BNI juga menawarkan suku bunga deposito valas antara 0,75% hingga 1,75%.

Investasi Alternatif Selain Deposito yang Juga Menjanjikan Keuntungan

Selain deposito, saham merupakan opsi menarik lainnya dalam berinvestasi. Namun, penting untuk diingat bahwa saham memiliki risiko tinggi, yang berarti potensi keuntungan yang tinggi juga diikuti dengan risiko penurunan nilai.

Untuk investor pemula, saham blue chip, terutama di sektor perbankan, dapat menjadi pilihan yang menarik. Contohnya adalah saham Bank Rakyat Indonesia dengan kode emiten BBRI dan Bank Central Asia dengan kode emiten BBCAI. Berikut adalah gambaran singkatnya.

1. BBRI

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, atau BBRI, adalah pilihan favorit di antara saham perbankan karena beberapa keunggulan yang menarik bagi investor.

Keunggulan tersebut termasuk kinerja bisnis BRI yang stabil dan kuat. Pada kuartal pertama 2024, BRI melaporkan keuntungan konsolidasi sebesar Rp 15,98 triliun, meningkat Rp 0,42 triliun dari tahun sebelumnya.

Aplikasi BRImo, super app BRI, juga menunjukkan pertumbuhan transaksi yang signifikan dengan 969 juta transaksi finansial dalam tiga bulan pertama 2024, mencapai volume Rp 1.251 triliun, atau tumbuh 41,8% year on year.

Kepercayaan masyarakat yang tinggi pada BRI menyebabkan prospek jangka panjang investasi saham BBRI sangat menjanjikan, dengan harga saham yang stabil dan cenderung naik dalam beberapa tahun terakhir, mencapai rekor tertinggi di awal 2024 dengan harga 5.850 per lembar.

2. BBNI

Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, atau BBNI, terus menarik perhatian investor dengan kinerja keuangannya yang impresif. Selama tahun 2023, BBNI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 20,9 triliun, naik 14,2% dari Rp 18,3 triliun pada tahun 2022.

Meskipun harganya dianggap masih relatif terjangkau, BBNI menunjukkan potensi pertumbuhan yang positif dengan prospek penguatan di tahun 2024. Salah satu langkah strategis adalah penerbitan surat utang senilai $500 juta AS, atau sekitar Rp 7,94 triliun.

Namun, pada awal Mei 2024, saham BBNI menunjukkan penurunan, berada di harga Rp 4.830 per lembar, turun 420 poin, dengan net sell asing mencapai 202,9 miliar lembar saham senilai Rp 992 miliar.

Baca Juga: Minimal Deposito BCA di Berbagai Mata Uang dan Cara Menghitungnya

3. BBCA

Saham Bank Central Asia atau BBCA selalu menjadi target investor karena pertumbuhannya yang stabil setiap tahun. Pada tahun 2023, harga saham BBCA naik menjadi Rp 9.050 per lembar, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 1.104,48 triliun.

Meskipun harga sahamnya cenderung stagnan dalam beberapa bulan terakhir, pada awal Februari 2024, saham BBCA berada pada level Rp 9.800 per lembar, dan mengalami penurunan kecil pada pertengahan Mei 2024 menjadi Rp 9.600 per lembar.

4. BMRI

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, atau BMRI, sangat diminati oleh investor sektor perbankan, terutama setelah mencetak rekor tertinggi baru pada awal tahun.

Pada awal Januari 2024, saham BMRI mencapai puncak baru pasca stock split dengan kenaikan 4,1% menjadi Rp 6.350 per unit.

Rekor sebelumnya adalah Rp 6.125 per unit pada awal Oktober 2023. Saham ini terus menanjak hingga mencapai Rp 7.400 pada pertengahan Maret 2024. Namun, di awal Mei 2024, harga saham BMRI mengalami penurunan kembali ke Rp 6.150 per unit.

 

Inilah perbandingan antara suku bunga deposito dan saham dari beberapa bank besar di Indonesia, yang dapat Anda pertimbangkan sebagai pilihan investasi.